5 Tipe Kabel Fiber Optik dan Fungsinya

Beberapa Jenis Kabel Fiber Optik dan Fungsinya dalam Jaringan Internet Modern

5 Tipe Kabel Fiber Optik dan FungsinyaDalam membangun infrastruktur jaringan internet, pemilihan jenis kabel yang tepat adalah kunci utama stabilitas koneksi. Setiap tipe kabel fiber optik dirancang dengan spesifikasi khusus untuk menghadapi kondisi lingkungan yang berbeda-beda.

Bagi Anda pengelola jaringan atau teknisi lapangan, memahami karakteristik masing-masing kabel sangatlah penting. Berikut adalah 5 tipe kabel fiber optik yang paling umum digunakan beserta fungsinya:

1. Dropcore

Kabel Fiber Optic DROPCORE-4CORE-3SELLING-re-c

Kabel Dropcore adalah jenis kabel yang paling sering kita jumpai dalam instalasi perumahan. Kabel ini berfungsi sebagai penghubung dari titik distribusi terakhir, seperti Optical Distribution Point (ODP), langsung menuju ke perangkat pelanggan (Optical Network Unit / ONU).

Desainnya biasanya pipih dan dilengkapi dengan kawat penguat (messenger wire) agar tahan terhadap tarikan saat dipasang di tiang.

Kabel Dropcore juga tersedia dalam penggunaan Indoor dan Outdoor, biasanya dibedakan dengan warna.

  • Outdoor : Hitam
  • Indoor : Putih

Baca juga : 5 Penyebab Redaman Tinggi Pada Fiber Optic

2. Patchcord & Pigtail

kabel patchord

Patchcord adalah kabel fiber optik dengan panjang pendek yang kedua ujungnya sudah terpasang konektor (seperti SC, LC, atau FC). Fungsinya adalah sebagai kabel penghubung antar perangkat di dalam ruangan, misalnya menghubungkan antara terminal wall outlet ke modem/ONU, atau antar perangkat di dalam rak server.

Karena serat kacanya sangat sensitif, patchcord biasanya memiliki lapisan pelindung yang lebih fleksibel namun tidak untuk penggunaan luar ruangan.

Saat ini ada beberapa jenis patchord, ada model outdoor warna hitam, ada juga model pipih. Untuk ukuran yang lebih kecil, sering disebut Pitgtail.

3. ADSS (All-Dielectric Self-Supporting)

kabel ADSS
sumber : Falcom

Kabel ADSS dirancang khusus untuk instalasi udara (aerial) jarak menengah hingga jauh. Keunggulan utamanya adalah kabel ini tidak mengandung elemen logam sama sekali, sehingga aman dari sambaran petir maupun induksi arus listrik dari kabel PLN. Kabel ADSS sangat kuat dan mampu menopang beratnya sendiri di antara dua tiang tanpa memerlukan kawat penyangga tambahan.

4. Figure-8

kabel fiber optic figure-8

Dinamakan Figure-8 karena bentuk penampangnya yang menyerupai angka delapan. Kabel ini memiliki kabel baja (steel messenger) yang terintegrasi langsung di dalam jaket kabelnya. Fungsinya hampir sama dengan ADSS untuk instalasi antar tiang, namun karena memiliki elemen logam, kabel ini lebih berat dan memerlukan penanganan khusus terkait grounding untuk keamanan dari petir.

5. Submarine Cable (Kabel Laut)

kabel laut

Sesuai namanya, Submarine Cable adalah kabel fiber optik yang dipasang di dasar samudra. Fungsinya sangat krusial sebagai tulang punggung (backbone) komunikasi antar pulau hingga antar negara. Kabel ini memiliki lapisan pelindung yang sangat tebal dan berlapis-lapis untuk melindunginya dari tekanan air yang tinggi, korosi air laut, hingga gangguan aktivitas kapal atau biota laut.

Memilih tipe kabel yang sesuai dengan medan instalasi akan memperpanjang usia pakai infrastruktur Anda dan meminimalisir gangguan teknis. Pastikan Anda selalu menggunakan kabel berkualitas agar nilai redaman tetap terjaga dalam batas normal.


FAQ Seputar Tipe Kabel Fiber Optik

1. Apa perbedaan utama antara kabel Dropcore dan Patchcord?

Kabel Dropcore dirancang untuk penggunaan luar ruangan (outdoor) sebagai penghubung dari tiang ODP ke rumah pelanggan, dilengkapi dengan kawat penguat. Sedangkan Patchcord digunakan untuk menghubungkan antarperangkat di dalam ruangan (indoor) dan sudah dilengkapi konektor di kedua ujungnya.

2. Mengapa kabel ADSS lebih disarankan untuk area yang banyak jaringan listriknya?

Kabel ADSS (All-Dielectric Self-Supporting) tidak mengandung elemen logam sama sekali. Hal ini membuatnya aman dari induksi arus listrik kabel PLN serta lebih tahan terhadap sambaran petir dibandingkan kabel yang memiliki unsur baja.

3. Kapan sebaiknya saya menggunakan kabel Figure-8?

Kabel Figure-8 sangat cocok digunakan untuk instalasi udara antar-tiang karena memiliki kabel baja terintegrasi sebagai penyangga. Namun, karena memiliki unsur logam, pemasangannya harus memperhatikan aspek keamanan dari petir (grounding).

4. Seberapa kuat lapisan pelindung pada Submarine Cable?

Kabel laut atau Submarine Cable memiliki lapisan pelindung yang sangat tebal dan berlapis-lapis. Proteksi ini dirancang khusus untuk menahan tekanan air yang ekstrem, mencegah korosi air laut, serta melindungi serat optik dari jangkar kapal atau gangguan biota laut.

5. Apakah Patchcord bisa dipasang di luar ruangan untuk jarak pendek?

Sangat tidak disarankan. Serat kaca pada Patchcord sangat sensitif dan lapisan pelindungnya tidak dirancang untuk menghadapi cuaca panas atau hujan secara langsung, sehingga akan cepat rusak jika dipasang di luar ruangan.


Informasi ini disusun untuk membantu pemahaman teknis bagi pengelola jaringan dan masyarakat umum. 

Tertarik mendalami lebih lanjut mengenai manajemen infrastruktur jaringan? Selalu pastikan koordinasi jalur kabel Anda tertata rapi. Anda juga dapat memantau keamanan posisi tiang ISP melalui layanan di irtrw.net/cek-tiang-isp/.

Leave a Reply