Ratio Calculator
Sangat mudah bagi Anda untuk mendapatkan hasil akurat dengan alat kami:
Input Power
Masukkan nilai daya input dari OLT atau hasil ukur OPM (Optical Power Meter) Anda.
Pilih Jenis Splitter
Cari rasio yang sesuai, apakah itu PLC untuk distribusi merata atau FBT untuk distribusi bertingkat.
Lihat Hasil
Nilai estimasi output akan langsung muncul dalam satuan dBm secara otomatis.
Dalam membangun jaringan FTTH (Fiber to the Home), menghitung redaman pada setiap titik percabangan adalah hal yang krusial. Menggunakan Kalkulator Splitter Rasio atau Ratio Calculator dari irtrw.net akan memudahkan teknisi dalam menentukan estimasi output power sebelum melakukan eksekusi di lapangan.
Apa Itu Kalkulator Rasio Fiber Optic?
Kalkulator Rasio OLT adalah alat digital yang dirancang untuk menghitung sisa daya (dBm) setelah melewati komponen splitter. Dalam dunia fiber optic, terdapat dua jenis splitter utama yang sering digunakan, yaitu PLC (Planar Lightwave Circuit) dan FBT (Fused Biconical Taper).
Memahami Perbedaan Splitter PLC vs FBT
Sebelum menggunakan alat di atas, penting untuk memahami perbedaan kedua jenis rasio ini:
-
PLC Splitter (Symmetric) Splitter ini membagi daya secara merata ke semua port output. Misalnya, pada splitter 1:2, daya akan terbagi 50:50 dengan nilai redaman (loss) standar sekitar 3.5 dB. PLC biasanya digunakan pada kotak ODP (Optical Distribution Point).
-
FBT Splitter (Asymmetric) Berbeda dengan PLC, FBT Ratio Calculator sering digunakan untuk pembagian daya yang tidak rata (asimetris). Contohnya adalah rasio 90:10, di mana 90% daya diteruskan ke jalur utama (Trunk) dan 10% daya dibelokkan ke jalur pelanggan (Tap). Ini sangat berguna untuk teknik bus topology atau penarikan kabel linear yang panjang.
Tabel Standar Loss Splitter untuk Referensi
| Jenis Splitter | Rasio Output | Estimasi Loss (dB) |
| PLC 1:2 | 50% / 50% | 3.4 – 3.7 dB |
| PLC 1:4 | 25% / 25% | 7.1 – 7.4 dB |
| PLC 1:8 | 12.5% / 12.5% | 10.5 – 10.8 dB |
| PLC 1:16 | 6.25% / 6.25% | 13.7 – 14.1 dB |
| PLC 1:32 | 3.125% / 3.125% | 17.0 – 17.5 dB |
| PLC 1:64 | 1.56% / 1.56% | 20.3 – 21.0 dB |
| Rasio FBT | Loss P1 – Trunk (dB) | Loss P2 – Tap (dB) | Kegunaan Tipikal |
| 95 : 05 | 0.4 dB | 14.2 dB | Awal tarikan yang sangat panjang |
| 90 : 10 | 0.6 dB | 10.6 dB | Strategi 10 titik ODP |
| 85 : 15 | 0.9 dB | 8.8 dB | Distribusi menengah |
| 80 : 20 | 1.2 dB | 7.5 dB | Distribusi menengah |
| 75 : 25 | 1.5 dB | 6.6 dB | Mendekati akhir jalur |
| 70 : 30 | 1.9 dB | 5.7 dB | Mendekati akhir jalur |
| 65 : 35 | 2.3 dB | 5.0 dB | Penyesuaian redaman khusus |
| 60 : 40 | 2.7 dB | 4.4 dB | Penyesuaian redaman khusus |
| 55 : 45 | 3.1 dB | 3.8 dB | Hampir seimbang |
| 50 : 50 | 3.5 dB | 3.5 dB | Sama dengan PLC 1:2 |
Mengapa Perhitungan Rasio Itu Penting?
Kesalahan dalam menghitung rasio bisa berakibat fatal, seperti nilai redaman di sisi pelanggan yang terlalu tinggi (lebih dari -27 dBm) yang menyebabkan koneksi internet sering putus-nyambung (loss). Dengan Kalkulator Rasio Fiber Optik, Anda bisa melakukan perencanaan titik ODP dan penempatan splitter FBT secara presisi untuk menjaga kualitas sinyal tetap stabil.

