Perbedaan Starlite vs IRA (Internet Rakyat)

Perbedaan Starlite vs IRA (Internet Rakyat): Jangan Salah Kaprah, Ini Faktanya!

Dunia ISP di Indonesia sedang gempar dengan munculnya paket internet berkecepatan tinggi namun dibanderol dengan harga yang sangat miring. Dua nama yang paling sering diperbincangkan adalah Starlite dan Internet Rakyat (IRA). Keduanya sukses mencuri perhatian karena menawarkan paket internet 100 ribuan untuk kecepatan hingga 100 Mbps.

Namun, di balik popularitasnya, muncul banyak simpang siur di tengah masyarakat. Banyak yang mengira layanan ini adalah internet pemerintah atau bagian dari program subsidi negara. Benarkah demikian? Mari kita bedah perbedaan fundamental antara Starlite dan IRA agar Anda, para pelaku jaringan dan pengguna, tidak salah paham.

Siapa di Balik Starlite dan Internet Rakyat?

Langkah pertama untuk memahami kedua layanan ini adalah dengan mengenal “induk” perusahaannya. Baik Starlite maupun Internet Rakyat (IRA) merupakan produk di bawah naungan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge/WIFI).

Meski berada dalam satu grup besar, keduanya dioperasikan oleh anak perusahaan yang berbeda dengan infrastruktur yang sangat kontras. Penting untuk dicatat bahwa meski namanya terdengar seperti program sosial, ini adalah murni entitas bisnis swasta, bukan layanan internet pemerintah.

1. Starlite: Backbone Jalur Kereta Api

ODP Starlite
sumber : www.reddit.com/r/indotech

Starlite dikelola oleh PT Integrasi Jaringan Ekosistem (Weave), anak usaha dari Surge. Keunggulan utama Starlite terletak pada infrastrukturnya yang menggunakan kabel Fiber Optic (FO).

Uniknya, Starlite memanfaatkan jalur backbone yang sangat strategis, yakni sepanjang rel kereta api milik PT KAI. Kerja sama ini memungkinkan Starlite memiliki jalur distribusi data yang stabil dan minim gangguan karena jalur rel kereta api relatif aman dari risiko galian pihak ketiga yang sering menjadi penyebab kabel putus (cut). Dengan teknologi FO murni, Starlite menjanjikan kestabilan tinggi untuk pelanggan di sepanjang jalur distribusi mereka.

2. Internet Rakyat (IRA): Kekuatan Wireless 5G FWA

Contoh Modem yang digunakan Internet Rakyat (IRA)

Berbeda dengan Starlite, Internet Rakyat (IRA) dikelola oleh PT Telemedia Komunikasi Pratama. Sesuai dengan namanya, produk ini dirancang untuk menjangkau lapisan masyarakat yang mungkin sulit terjangkau oleh penarikan kabel FO.

Teknologi yang digunakan IRA adalah 5G FWA (Fixed Wireless Access). Konsepnya tidak menggunakan kabel hingga ke rumah, melainkan menggunakan modem khusus yang berfungsi menangkap sinyal frekuensi tinggi dari BTS (Base Transceiver Station) terdekat. Keunggulannya adalah proses instalasi yang jauh lebih cepat dibandingkan fiber optik, namun performanya sangat bergantung pada jarak dan halangan antara modem dengan menara pemancar.

Meluruskan Mitos “Internet Pemerintah”

Hashim Djojohadikusumo Pemilik Surge
sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Hashim_Djojohadikusumo

Salah satu faktor yang membuat internet murah ini viral adalah harga 100Mbps hanya 100 ribu rupiah. Harga fantastis ini memunculkan narasi di masyarakat bahwa ini adalah proyek nasional yang disubsidi negara.

Kenyataannya adalah: Starlite dan IRA bukan milik pemerintah. Namun, munculnya persepsi ini bisa dimaklumi jika melihat sosok di balik perusahaan induknya. Pemilik dari PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) adalah Hashim Djojohadikusumo, yang merupakan pengusaha terkemuka sekaligus adik kandung dari Presiden ke-8 Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto.

Meskipun pemiliknya memiliki hubungan keluarga dengan orang nomor satu di Indonesia, secara legalitas dan operasional, kedua ISP ini adalah murni bisnis komersial yang berambisi mendisrupsi pasar internet di Indonesia dengan harga yang sangat kompetitif.

Perbandingan Teknis: Mana yang Lebih Unggul?

Perbedaan Starlite vs IRA (Internet Rakyat)

Untuk mempermudah Anda memahami perbedaannya, berikut adalah tabel komparasi antara Starlite vs IRA:

Fitur Starlite Internet Rakyat (IRA)
Teknologi Fiber Optic (Kabel) Wireless 5G FWA
Media Transmisi Backbone Rel Kereta Api (PT KAI) Sinyal BTS ke Modem
Harga Paket Mulai Rp 100.000-an Mulai Rp 100.000-an
Stabilitas Sangat Stabil (Minim Interferensi) Tergantung Sinyal & Cuaca
Kecepatan Up to 100 Mbps Up to 100 Mbps
Target Area Wilayah terlewati jalur FO Weave Wilayah tercover sinyal 5G IRA

Dampak Gebrakan “Internet 100 Ribuan” bagi RT/RW Net

Sebagai pengelola RT/RW Net, kehadiran Starlite dan IRA tentu menjadi tantangan serius. Strategi internet murah yang mereka usung memaksa para ISP lokal untuk segera berbenah.

Starlite mengancam dengan kestabilan fiber optik di jalur perkotaan, sementara IRA (Internet Rakyat) mengancam dengan kemudahan akses tanpa kabel. Namun, perlu diingat bahwa layanan masif seperti ini biasanya memiliki kendala pada after-sales service atau dukungan teknis yang lambat jika terjadi gangguan massal. Di sinilah celah bagi RT/RW Net untuk tetap bertahan dengan mengedepankan kualitas layanan personal dan kedekatan dengan pelanggan.

Perbedaan antara Starlite dan IRA terletak pada cara internet tersebut sampai ke rumah Anda. Starlite menggunakan kabel fiber optik lewat jalur kereta, sedangkan IRA menggunakan sinyal wireless 5G.

Keduanya adalah gebrakan dari grup perusahaan milik Hashim Djojohadikusumo untuk menghadirkan internet rakyat yang terjangkau. Meskipun bukan layanan resmi dari pemerintah, kehadirannya telah berhasil mengubah standar harga internet di tanah air. Bagi Anda pengguna, pastikan memilih sesuai dengan ketersediaan infrastruktur di lokasi Anda. Bagi pengelola jaringan, saatnya meningkatkan efisiensi agar tidak tergilas oleh arus disrupsi ini.

Leave a Reply