Industri telekomunikasi Indonesia memasuki babak baru dengan resminya penggabungan usaha antara PT Mora Telematika Indonesia Tbk (Moratelindo) dan PT Eka Mas Republik (MyRepublic). Mulai Jumat, 1 Mei 2026, kedua perusahaan ini resmi beroperasi di bawah entitas baru bernama PT Ekamas Mora Republik Tbk. atau yang dikenal sebagai MoraRepublic.
Langkah strategis ini menandai integrasi penuh antara raksasa penyedia jaringan internet tulang punggung (backbone) dengan salah satu penyedia layanan internet rumah (FTTH) terkemuka di tanah air.

Sinergi Backbone dan Last Mile untuk Ekosistem Digital
Merger antara Moratelindo dan MyRepublic bukan sekadar penggabungan dua nama besar, melainkan integrasi kekuatan infrastruktur yang saling melengkapi. Moratel dikenal sebagai salah satu penyedia kabel fiber optic backbone terbesar di Indonesia, sementara MyRepublic merupakan pemain dominan di sektor Fiber To The Home (FTTH).
Timotius M. Sulaiman, Calon Direktur Utama PT Ekamas Mora Republik Tbk, menegaskan bahwa penggabungan ini bertujuan untuk menciptakan efisiensi operasional dan finansial yang berkelanjutan. Dengan mengoptimalkan aset dari backbone hingga last mile, perusahaan baru ini optimis dapat mendorong pemerataan akses digital di seluruh pelosok negeri.
“Sinergi ini akan memaksimalkan kapasitas jaringan yang dimiliki kedua perusahaan. Kami akan menjadi entitas yang lebih kuat dan berdaya saing tinggi dalam pasar jaringan internet nasional,” ujar Timotius.
Perubahan Struktur dan Pengendali Baru
Seiring dengan penggabungan ini, terdapat perubahan mendasar pada anggaran dasar perusahaan. Nama emiten berkode MORA ini akan berubah menjadi PT Ekamas Mora Republik Tbk. Selain itu, posisi pengendali perseroan juga mengalami pergeseran dari PT Candrakarya Multikreasi menjadi PT Innovate Mas Utama.
Untuk memastikan integrasi berjalan mulus, susunan Dewan Komisaris dan Direksi baru juga telah ditetapkan. Arsjad Rasjid ditunjuk sebagai Komisaris Utama & Komisaris Independen. Dalam keterangannya, Arsjad menekankan pentingnya fondasi tata kelola yang solid untuk menjaga keseimbangan antara ekspansi usaha dan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Susunan Dewan Komisaris:
-
Komisaris Utama & Independen: Arsjad Rasjid
-
Komisaris: Marlo Budiman
-
Komisaris: Handhianto S. Kentjono
Jajaran Direksi Utama:
-
Direktur Utama: Timotius M. Sulaiman
-
Direktur: Yopie Widjaja, Hendra Gunawan, Edward Sanusi, Iman Syahrizal, Melanie Maharani, Edward Anwar, Jimmy Kadir, Genta Andhika Putra, Michael C. McPhail, Resi Y. Bramani.
Kekuatan Data: Menguasai Pasar Enterprise dan Ritel
Gabungan kedua entitas ini menciptakan kekuatan data yang masif. Berdasarkan data per September 2025, profil kekuatan keduanya adalah sebagai berikut:
| Kategori Aset | Moratelindo | MyRepublic Indonesia |
| Panjang Kabel Fiber Optic | > 57.000 KM | 58.000 KM |
| Total Homepass | ~ 1 Juta | > 8,7 Juta |
| Pelanggan Ritel | > 296 Ribu | > 1,52 Juta |
| Fokus Layanan | Backbone & Enterprise | FTTH & Internet Cepat (1 Gbps) |
Dengan total panjang kabel fiber optic yang mencapai lebih dari 115.000 KM, PT Ekamas Mora Republik Tbk kini memiliki jangkauan yang sangat luas. Moratel membawa pengalaman sejak tahun 2000 dengan 6 data center, sementara MyRepublic membawa basis pelanggan ritel yang sangat besar sebagai anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).
Dampak Bagi Konsumen
Bagi masyarakat luas, merger ini menjanjikan kualitas jaringan internet yang lebih stabil dan distribusi layanan yang lebih merata. Integrasi antara jaringan tulang punggung (backbone) milik Moratel dan layanan distribusi perumahan milik MyRepublic diharapkan dapat menurunkan biaya operasional, yang pada akhirnya dapat memberikan nilai lebih bagi pelanggan di seluruh Indonesia.
Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan infrastruktur digital ini dapat Anda ikuti terus di irtrw.net.












