Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) saat ini tengah mengubah lanskap operasional perusahaan secara global. Kehadiran Agen AI kini tidak lagi sekadar menjadi alat bantu, melainkan pendorong utama bagi produktivitas digital baru dan mulai bertransformasi menjadi “karyawan digital” di berbagai sektor industri. Namun, ekspansi aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang sangat masif ini berdampak langsung pada lonjakan konsumsi token perusahaan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Menanggapi fenomena ini, Yuan selaku perwakilan dari Huawei menegaskan bahwa pelaku bisnis harus bertindak cepat. Perusahaan perlu segera merevolusi arsitektur teknologi informasi (IT) mereka saat ini menjadi infrastruktur data AI Data Center yang tangguh untuk mempercepat adopsi teknologi cerdas tersebut. Perencanaan dan pembangunan ekosistem ini harus dilakukan secara sistematis, yang berpusat pada beberapa pilar utama: data lakes, platform data berbasis AI, daya komputasi (compute power), model AI, framework agen, serta ketahanan data yang murni.
Berangkat dari urgensi tersebut, Huawei secara resmi memperkenalkan solusi infrastruktur data full-stack yang dirancang khusus untuk mendukung percepatan pembangunan AI Data Center sekaligus mendorong adopsi AI skala besar bagi korporasi global.
Solusi AI Data Lake: Penyimpanan Masif dengan TCO Optimal
Dalam ekosistem Data Center modern, pengelolaan data mentah dalam jumlah masif membutuhkan efisiensi ruang dan biaya yang sangat ketat. Huawei menjawab tantangan ini melalui lini penyimpanan Scale-Out OceanStor Pacific berkepadatan tinggi. Perangkat ini mampu menghadirkan kapasitas luar biasa hingga 11 PB hanya dalam ruang 2 U di rak Server Anda. Solusi ini menjadi jawaban konkret untuk menyimpan data berskala raksasa dengan total biaya kepemilikan (Total Cost of Ownership/TCO) yang paling optimal.
Baca juga :ย Intel Meluncurkan CPU Xeon 6+ Untuk Server AI Data Center Masa Depan
Tidak hanya dari sisi perangkat keras, Huawei juga membekalinya dengan DME Omni-Dataverseโsebuah solusi ruang data terpadu (unified data space). Sistem ini mampu mendukung pengelolaan, visibilitas global, serta impor data berbasis multimodal secara lintas situs dan waktu nyata (real-time). Hebatnya lagi, teknologi ini mampu melakukan pencarian dari ratusan miliar vektor 1.000 dimensi hanya dalam hitungan detik untuk memastikan pasokan data berkualitas tinggi tetap terjaga.
Platform Pengetahuan dan Memori: Akselerasi Inferensi AI
Bagi klaster inferensi berskala ultra yang mengandalkan performa jajaran Server berkinerja tinggi, Huawei menghadirkan inovasi perdana di industri berupa Context Memory Storage (CMS) yang telah mendukung daya komputasi heterogen. CMS memfasilitasi penerusan langsung semantik key-value (KV) atau memanfaatkan Data Processing Unit (DPU) khusus untuk pembongkaran beban kerja (semantic offloading). Infrastruktur ini dapat diperluas menjadi kumpulan cache KV bersama hingga skala PB, yang terbukti mampu memangkas waktu pengiriman token pertama (Time to First Token/TTFT) hingga 90%.
Untuk melengkapi skenario inferensi AI di tingkat perusahaan, platform data AI 3+1 dari Huawei mengintegrasikan tiga aspek krusial secara apik:
-
Akselerasi cache KV yang responsif.
-
Basis pengetahuan (knowledge base) dengan tingkat akurasi pencarian di atas 95%.
-
Bank memori pintar yang terus berkembang seiring waktu.
Berkat dukungan penuh dari Unified Cache Manager (UCM), proses penjadwalan dan manajemen memori dapat berjalan mulus sekaligus mendongkrak akurasi proses inferensi sebesar 30%.
Rekayasa Model dan Penjadwalan Sumber Daya Komputasi
Melalui fitur ModelEngine, Huawei menawarkan kemudahan bagi perusahaan untuk langsung menggunakan model AI (out-of-the-box) didukung dengan fungsionalitas gateway model yang mumpuni. Sistem ini memungkinkan dilakukannya adaptasi model baru tanpa kode (zero-code) serta proses penyebaran model (deployment) hanya dengan satu klik.
Melangkah lebih jauh, otomatisasi pada komponen pembagian sumber daya komputasi secara terperinci (fine-grained partitioning) dan penjadwalan cerdas pada ModelEngine sukses mencapai rasio partisi xPU hingga 1:10. Artinya, satu unit pemrosesan (xPU) dalam jaringan Server dapat dialokasikan untuk berbagai fungsi sekaligus, yang berujung pada peningkatan efisiensi penggunaan sumber daya secara drastis.
Framework Agen Nexent: Pengembangan Cepat Berbasis Bahasa Alami
Melalui platform agen ModelEngine Nexent, Huawei menyederhanakan siklus pengembangan Agen AI secara revolusioner. Pengguna kini dapat menciptakan agen baru secara langsung hanya melalui interaksi berbasis bahasa alami. Inovasi ini tidak hanya mempermudah pekerjaan tim IT tetapi juga memangkas waktu peluncuran produk atau layanan (rollout time) ke pasar hingga 80%.
Sistem Nexent juga memastikan setiap agen yang dibangun dapat terus berevolusi menjadi lebih cerdas dari waktu ke waktu berkat fitur pengoptimalan otomatis pada aspek keterampilan (skills), perintah (prompts), dan memori jangka panjang.
Platform Ketahanan Data: Proteksi Menyeluruh Aset Digital
Di balik masifnya operasional sebuah AI Data Center, aspek keamanan siber tetap menjadi perhatian utama. Guna memitigasi risiko keamanan data yang mengintai komponen agen, model, platform, hingga lapisan infrastruktur terendah, Huawei merancang solusi perlindungan data ujung-ke-ujung (end-to-end).
Sistem enkripsi dan proteksi ini dirancang khusus untuk menangkal berbagai bentuk ancaman digital merugikan, termasuk penyalahgunaan alat (tool misuse), kontaminasi data (data poisoning), pemalsuan atau modifikasi tidak sah, hingga serangan siber berbahaya seperti ransomware. Langkah preventif ini memastikan keamanan total bagi seluruh aset data berharga milik perusahaan.
“Kecerdasan Buatan (AI) tengah membuka pintu peluang baru bagi industri IT global,” ungkap Yuan. “Babak baru dari perkembangan AI seutuhnya berada di tangan data. Berbekal komitmen kuat terhadap inovasi teknologi penyimpanan data, Huawei akan terus mengumpulkan rekam jejak adopsi AI di sektor industri dan bersinergi erat dengan seluruh ekosistem untuk membantu pelanggan mempercepat langkah mereka menuju era cerdas.”
Melalui peluncuran solusi komprehensif ini, Huawei memantapkan posisinya sebagai mitra strategis global dalam mentransformasi arsitektur Data Center konvensional menuju era baru pusat data berbasis kecerdasan buatan yang jauh lebih efisien, aman, dan bertenaga.








