Halo Sobat Jaringan! Siapa sih yang hari gini nggak butuh koneksi Internet yang sat-set alias ngebut tanpa hambatan? Apalagi buat kalangan korporat dan industri skala besar, internet lemot atau server down itu pantangannya luar biasa. Kebutuhan akan transformasi digital di Indonesia saat ini lagi kencang-kencangnya. Mulai dari adopsi Cloud hingga Artificial Intelligence (AI), semuanya butuh fondasi infrastruktur yang nggak cuma sekadar “ada”, tapi harus benar-benar tangguh.
Nah, bicara soal infrastruktur digital, baru-baru ini jagat teknologi tanah air kedatangan kabar super menarik. Dua raksasa penyedia solusi jaringan, yakni Lintasarta dan PT Ekamas Mora Republik Tbk (atau yang lebih beken disapa MoraRepublic), resmi bergandengan tangan! Kolaborasi kelas kakap ini sukses mencuri perhatian di sela-sela ajang bergengsi BATIC 2026 yang digelar di Bali beberapa waktu lalu.
Penasaran bakal seperti apa gebrakan dari dua “suhu” di dunia telekomunikasi ini? Yuk, kita bedah bareng-bareng!
Pertemuan Strategis di Pulau Dewata
Momen jabat tangan bersejarah ini diwakili langsung oleh para petingginya, lho. Di Bali, Armand Hermawan selaku President Director & CEO Lintasarta duduk bareng dengan Chief Technology Officer MoraRepublic, Michael McPhail. Obrolan mereka bukan sekadar ngopi santai, melainkan bahas strategi serius tentang bagaimana menggabungkan kekuatan digital milik Lintasarta dengan otot infrastruktur fisik raksasa milik MoraRepublic.
Bagi kalian yang belum tahu, Lintasarta selama ini memosisikan dirinya sebagai Industry Digital Infrastructure Orchestrator. Mereka punya “senjata” andalan yang disebut Lintasarta Intelligent Core. Ini adalah fondasi digital yang terintegrasi dan berdaulat (sovereign).
Pak Armand Hermawan menegaskan kalau di era sekarang, main sendirian itu udah nggak zaman. Kolaborasi antar pemain teknologi yang punya kemampuan saling melengkapi adalah kunci sukses menghadapi industri masa depan.
“Infrastruktur digital yang andal, terintegrasi, dan adaptif itu udah jadi kebutuhan mutlak industri. Lewat kolaborasi bareng MoraRepublic, kami ingin mengawinkan kekuatan masing-masing supaya bisa ngasih solusi yang paling relatable buat klien. Kami yakin banget, sinergi ini bakal jadi jalan pintas (fast track) untuk mempercepat transformasi digital dan ngasih dampak besar buat Indonesia,” ungkap Pak Armand dengan antusias.
Lintasarta & MoraRepublic: Kombinasi “Otak” dan “Otot”
Biar gampang membayangkannya, coba anggap Lintasarta sebagai “otak” pengendalinya dan MoraRepublic sebagai “otot” atau urat nadinya.
Lewat Intelligent Core-nya, Lintasarta mengorkestrasi empat elemen super penting: Connectivity (Konektivitas), Cloud (Komputasi Awan), Cybersecurity (Keamanan Siber), dan Collaboration-AI. Keempat elemen ini disatukan dalam satu ekosistem yang seamless (mulus) dan mandiri. Ini bikin peran mereka makin vital dalam merajut berbagai teknologi kompleks demi menjawab kebutuhan bisnis modern.
Di kubu seberang, ada MoraRepublic yang reputasinya sebagai salah satu penyedia infrastruktur dan ISP (Internet Service Provider) papan atas nggak perlu diragukan lagi. Mau cari apa? Jaringan fiber optic membentang luas? Sistem kabel laut (submarine cable)? Jaringan broadband sampai ke pusat data (Data Center) yang megah? Semuanya mereka punya! Fasilitas fisik inilah yang selama ini jadi tulang punggung jalannya urat nadi ekonomi digital di Indonesia.
Michael McPhail dari MoraRepublic pun menyambut hangat sinergi ini. Menurutnya, untuk bikin ekosistem digital nasional yang kuat, nggak ada cara lain selain berkolaborasi. “Kami welcome banget dengan komitmen Lintasarta. Dengan menggabungkan tools dan infrastruktur yang kita punya, ini akan ngebuka peluang yang luar biasa luas. Pelanggan bakal dapat nilai tambah yang massive, dan tentunya fondasi digital negara kita bakal makin kokoh,” ujar Michael.
Bukan Sekadar Bikin “Internet” Nyala
Satu hal yang menarik dari kolaborasi ini adalah visi mereka yang jauh ke depan. Ini bukan sekadar tentang narik kabel biar Internet klien menyala. Ini tentang membangun sebuah ketahanan digital (resilience).
Hal ini dipertegas oleh Timotius Max Sulaiman, Chief Executive Officer MoraRepublic. Beliau mengingatkan bahwa transformasi digital Indonesia butuh lebih dari sekadar tiang dan kabel yang kuat.
“Membangun ekosistem masa depan itu butuh kolaborasi antar-pemain. Lintasarta punya kapabilitas teknologi cloud hingga AI, sementara kami punya infrastruktur jaringannya. Keduanya ini beneran saling melengkapi (complementary). Sinergi inilah yang bakal jadi katalisator lahirnya ekosistem digital yang nggak cuma canggih, tapi juga tahan banting buat Indonesia,” tambahnya.
Apa Untungnya Buat Klien dan Ekosistem Lokal?
Dengan bergabungnya kapabilitas software, security, dan AI dari Lintasarta bersama ketangguhan hardware jaringan milik MoraRepublic, para pelaku industri (termasuk enterprise hingga penyedia jasa ISP lokal) bakal mendapatkan solusi end-to-end yang jauh lebih praktis. Nggak perlu lagi pusing mikirin integrasi yang terpisah-pisah, karena semuanya udah dibikin satu pintu, andal, dan siap di-scale up kapan saja.
Ke depannya, janji kolaborasi dari dua entitas raksasa ini diharapkan nggak cuma sekadar menghubungkan satu titik ke titik lain di peta Indonesia. Lebih dari itu, mereka ingin menciptakan ekosistem di mana ide-ide digital baru bisa lahir, aman dari ancaman siber, dan di- support oleh performa koneksi yang tanpa kompromi.
Gimana menurut Sobat Jaringan semua? Apakah bersatunya Lintasarta dan MoraRepublic ini bakal jadi game changer di industri telekomunikasi kita beberapa tahun ke depan? Jangan lupa share pendapat kalian di kolom komentar, ya!












