Lintasarta Kenalkan BWoD Untuk Infrastruktur Digital Perbankan Era Baru

Lintasarta Dorong Era Baru Infrastruktur Digital Perbankan dengan Bandwidth on Demand

Lintasarta Kenalkan BWoD Untuk Infrastruktur Digital Perbankan Era BaruPernahkah kamu mengalami momen menjengkelkan ketika mau transfer uang di tanggal gajian, tapi aplikasi mobile banking malah loading terus alias muter-muter nggak karuan? Sebagai pengguna, kita mungkin langsung menyalahkan server yang down atau koneksi internet di HP kita yang lagi lemot. Tapi tahukah kamu, di balik layar, ada sebuah sistem raksasa yang bekerja keras menangani jutaan transaksi dalam satu waktu?

Bagi kalangan enterprise, khususnya institusi keuangan, menjaga stabilitas Jaringan Bank bukanlah perkara sepele. Apalagi di era perbankan cerdas (intelligent banking) saat ini, di mana hampir seluruh aktivitas nasabah sudah beralih ke ranah digital. Kebutuhan akan infrastruktur yang tangguh tidak bisa lagi ditawar. Nah, berangkat dari keresahan inilah, dunia perbankan kita baru saja mendapatkan angin segar berkat sebuah inovasi teknologi konektivitas yang super fleksibel.

Sebagai blogger yang sering ngulik soal jaringan, saya sangat excited melihat gebrakan terbaru yang baru saja dibahas dalam ajang Lintasarta Executive Dialogue di Jakarta pada Kamis (10/9) lalu. Acara ini bukan event sembarangan. Bayangkan saja, Lintasarta dan Infobank berhasil mengumpulkan para “petinggi” dunia finansial, mulai dari President Directors, Directors, hingga Board Members perbankan terkemuka tanah air (HIMBARA, PERBANAS, dan ASBANDA). Nggak ketinggalan, hadir pula pejabat tinggi dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tema yang diangkat sangat relatable dengan masalah teknis yang sering dialami tim IT bank saat ini: β€œMastering Digital Infrastructure in the Intelligent Banking Era Through Bandwidth on Demand (BWoD)”. Mari kita bedah pelan-pelan, kenapa acara ini jadi sangat krusial dan apa sebenarnya BWoD itu.

Selamat Tinggal Jaringan Kaku, Selamat Datang Fleksibilitas

Bicara soal operasional bank, trafik data itu sifatnya sangat fluktuatif alias naik-turun layaknya rollercoaster. Ada kalanya trafik berjalan santai di pertengahan bulan. Tapi, coba perhatikan saat momen month-end (tutup buku akhir bulan), year-end closing, pemrosesan payroll (gajian karyawan), atau ketika bank baru saja meluncurkan fitur aplikasi terbaru. Trafik data bisa melonjak drastis ribuan kali lipat dalam hitungan detik!

Selama ini, sistem konektivitas tradisional bersifat fixed atau kaku. Jika sebuah bank berlangganan bandwidth sebesar 100 Mbps, ya mereka akan mendapatkan kapasitas segitu setiap harinya. Masalahnya, ketika terjadi lonjakan trafik besar-besaran, kapasitas 100 Mbps ini jelas akan kepenuhan (bocor), mengakibatkan sistem menjadi lambat dan nasabah pun komplain. Sebaliknya, jika bank berlangganan kapasitas raksasa secara permanen hanya untuk bersiap menghadapi “tanggal sibuk”, itu sama saja dengan pemborosan anggaran IT karena di hari-hari biasa kapasitas tersebut banyak yang menganggur.

Merespons polemik tersebut, Lintasarta datang membawa solusi brilian bernama BWoD (Bandwidth on Demand). Konsepnya mirip seperti keran air yang bisa kamu putar besar-kecilnya sesuai kebutuhan, langsung dari genggaman tangan.

President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan, memberikan statement yang sangat masuk akal dalam forum tersebut. Beliau menegaskan bahwa digitalisasi perbankan mutlak membutuhkan infrastruktur yang bisa bergerak lincah mengikuti dinamika bisnis.

“Infrastruktur digital itu nggak cukup kalau cuma modal kapasitas besar. Dia harus mampu beradaptasi secara cepat, fleksibel, dan tentunya terukur,” ungkap Armand. Menurutnya, konektivitas masa kini harus segera berevolusi dari yang dulunya serba fixed menjadi jauh lebih adaptif.

Tiga Pilar Utama BWoD yang Bikin Tim IT Bank Bernapas Lega

Sebagai inovasi masa depan, BWoD tidak sekadar menawarkan janji manis, tapi hadir dengan tiga kapabilitas teknis yang benar-benar memanjakan pengelolanya:

  1. High Bandwidth (Kapasitas Gahar): Lintasarta paham betul kalau Jaringan Bank butuh “pipa” yang super lebar. Oleh karena itu, layanan ini sanggup menyediakan kapasitas hingga 1 Gbps (1.000 Mbps) pada area-area yang kesiapan teknisnya sudah memadai. Dengan kecepatan segini, proses sinkronisasi data antar cabang atau ke data center bakal secepat kilat.

  2. Scale on Demand (Lentur Sesuai Kebutuhan): Ini dia fitur juaranya. Bank bisa melakukan scale up (menambah kapasitas) saat trafik sedang gila-gilaan, dan melakukan scale down (menurunkan kapasitas) saat operasional kembali normal. Nggak ada lagi cerita bayar mahal untuk kapasitas yang nggak terpakai.

  3. Self Service via Super Apps ULTIMA: Kalau zaman dulu tim IT bank harus kirim email, menelepon customer service ISP, mengisi form, dan menunggu berhari-hari hanya untuk upgrade kecepatan, sekarang lupakan itu semua! Perubahan kapasitas bisa dieksekusi secara mandiri (self-service) dalam hitungan menit lewat layar Super Apps bernama ULTIMA. Tidak perlu repot menunggu teknisi datang melakukan instalasi fisik baru.

Transformasi yang Aman dan Tahan Banting

Mengubah cara kerja internet perbankan tentu tak boleh melupakan aspek keamanan. Sopiah Isabella Wattimena, Anggota Dewan Komisioner OJK periode 2022-2026 yang turut hadir dalam diskusi tersebut, memberikan garis bawah yang sangat tebal terkait hal ini.

Beliau mengingatkan bahwa sehebat apa pun transformasi digital perbankan, ia harus selalu berjalan berdampingan dengan penguatan infrastruktur teknologi itu sendiri. “Keandalan, keamanan, manajemen risiko, serta kemampuan infrastruktur dalam mendukung operasional industri kini menjadi jauh lebih krusial,” tegasnya.

Tuntutan dari OJK ini dijawab oleh Lintasarta melalui empat kapabilitas utama yang disematkan dalam layanan mereka:

  • Agile: Lincah dan cepat dalam merespons setiap perubahan trafik harian.

  • Scalable: Kapasitas yang bebas disesuaikan kapan saja tanpa hambatan birokrasi penyedia layanan.

  • Resilient: Tangguh dan andal untuk memastikan tidak ada transaksi yang terputus di tengah jalan.

  • Ready: Selalu siap siaga, entah itu untuk menghadapi peak events (puncak trafik), skenario Disaster Recovery (pemulihan bencana), maupun untuk memenuhi berbagai tuntutan regulasi kepatuhan dari pemerintah.

Di Balik Layar: Teknologi Intelligent Core

Kamu mungkin penasaran, bagaimana bisa sistem sebesar ini diatur hanya lewat aplikasi? Rahasianya ada pada penerapan Lintasarta Intelligent Core. Teknologi ini mengintegrasikan seluruh elemen secara seamless, mulai dari sisi pelanggan, aplikasi ULTIMA, Intelligent Core Engine, hingga menembus ke jaringan inti (core network).

Pendekatan cerdas ini memungkinkan sistem melakukan autonomous decisioning dan eksekusi secara real-time. Hasilnya? Pengelolaan konektivitas tidak lagi butuh proses manual yang berbelit-belit. Armand Hermawan menambahkan, “Kami benar-benar ingin memberikan agility (kelincahan) kepada bank untuk mengelola kapasitas konektivitasnya sesuai kebutuhan operasional mereka di lapangan.”

Sebagai langkah awal yang agresif, layanan canggih BWoD ini ternyata sudah live dan tersedia di 84 kota yang tersebar di Pulau Jawa sepanjang tahun 2026. Lintasarta juga berjanji tidak akan berhenti di sini. Mereka sedang melakukan ekspansi pengembangan cakupan secara bertahap agar ke depannya infrastruktur canggih ini bisa menjangkau skala nasional hingga ke pelosok negeri.

Pada akhirnya, inovasi yang ditawarkan melalui BWoD ini menjadi bukti nyata bahwa infrastruktur jaringan masa depan adalah tentang seberapa pintar kita beradaptasi. Dengan Jaringan Bank yang lincah dan kapasitas bandwidth internet yang bisa diatur semudah memutar volume radio, nasabah seperti kita tentu akan menjadi pihak yang paling diuntungkan. Selamat tinggal transaksi error di tanggal gajian, dan mari kita sambut era perbankan cerdas yang bebas hambatan!

Sumber gambar & berita :
https://www.lintasarta.net/berita/lintasarta-dorong-era-baru-infrastruktur-digital-perbankan-dengan-bandwidth-on-demand/

Leave a Reply