Cara Backup Simple Queue dan Queue Tree via Terminal Winbox

Panduan Cepat Export script Queue Mikrotik via Terminal Winbox menjadi file .rsc agar lebih spesifik

Tampilan Topologi Jaringan MikroTik dan Terminal Winbox untuk Cara Backup Simple Queue dan Queue Tree - Tutorial irtrw.netTutorial Mikrotik: Cara Backup Simple Queue dan Queue Tree via Terminal Winbox (Terbaru 2026)

Dalam pengelolaan jaringan RT/RW Net yang semakin kompleks, manajemen bandwidth adalah jantung dari stabilitas layanan. Seringkali, teknisi menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyusun ratusan baris Simple Queue atau Queue Tree yang presisi. Namun, bayangkan jika router mengalami crash atau Anda harus melakukan migrasi perangkat tanpa memiliki salinan data. Di sinilah pentingnya memahami cara setting Mikrotik untuk urusan pencadangan data secara spesifik.

Artikel ini akan memberikan panduan teknis mendalam mengenai backup Mikrotik khusus untuk bagian Queue menggunakan Terminal Winbox, yang lebih efisien dibandingkan backup sistem secara keseluruhan.

Mengapa Backup Spesifik Queue Itu Penting?

Banyak pemula mengandalkan fitur .backup (biner) yang mencakup seluruh sistem. Namun, dalam skenario nyata di lapangan, seringkali kita hanya membutuhkan pemindahan aturan bandwidth ke router lain yang versinya berbeda atau sekadar ingin menyimpan skrip cadangan yang bisa diedit (format .rsc).

Dengan menggunakan metode export via Terminal, Anda mendapatkan file berbasis teks yang:

  1. Mudah Diedit: Bisa dibuka di Notepad untuk penyesuaian IP atau limitasi.

  2. Anti-Gagal: Bisa di-copy-paste per baris jika terjadi error pada salah satu rule.

  3. Fleksibel: Dapat diterapkan pada versi RouterOS yang berbeda (selama sintaksnya kompatibel).


Persiapan Sebelum Backup

Sebelum masuk ke tutorial Mikrotik ini, pastikan Anda telah login ke Winbox dan membuka menu New Terminal. Pastikan juga Anda memiliki akses level write atau full pada user Mikrotik Anda.

Baca juga : Solusi Agar HTB Awet Anti Lonjakan Listrik Akibat Petir

Langkah-Langkah Backup Simple Queue via Terminal

Simple Queue biasanya digunakan untuk melimit bandwidth pelanggan secara per-user. Jika Anda memiliki ratusan pelanggan, mengikuti langkah ini adalah penyelamat waktu.

  1. Buka New Terminal di Winbox.

  2. Ketikkan perintah berikut:

    Terminal Script – Backup Queue
    /queue simple export file=nama_file_backup_simple_queue
  3. Tekan Enter.

  4. Cek di menu Files. Anda akan menemukan file bernama nama_file_backup.rsc.

Cara Mengambil Filenya:

Anda cukup melakukan drag and drop file tersebut dari jendela Winbox ke folder di komputer Anda.

Langkah-Langkah Backup Queue Tree via Terminal

Queue Tree sering digunakan bersamaan dengan Mangle untuk manajemen bandwidth yang lebih profesional (seperti memisahkan trafik Game, Browsing, dan Video). Karena strukturnya yang hierarkis (Parent & Child), backup manual sangatlah berisiko.

Lakukan langkah berikut:

  1. Di dalam New Terminal, ketik perintah:

    Terminal Script – Backup Queue Tree
    /queue tree export file=nama_file_backup_queue_tree
    
  2. Catatan Penting: Queue Tree sangat bergantung pada Mangle. Kami sangat menyarankan Anda juga mem-backup mangle-nya dengan perintah:

    Terminal Script – Backup Queue
    /ip firewall mangle export file=nama_backup
    

Cara Restore (Mengembalikan) Hasil Backup

Jika Anda ingin menerapkan hasil backup tersebut ke router baru atau setelah melakukan reset:

  1. Upload file .rsc tadi ke menu Files di Mikrotik baru.

  2. Buka Terminal, lalu jalankan perintah:<

    Terminal Script – Restore Backup
    /import file-name=nama_file_hasil_backup.rsc
    

  3. Pastikan tidak ada pesan error. Jika muncul error, biasanya disebabkan oleh nama interface yang berbeda (misal: di router lama namanya ether1, di router baru ether-wan).

Strategi Optimasi Antrean di Tahun 2026

Berdasarkan algoritma terbaru dan perkembangan teknologi fiber optik, ada beberapa tips tambahan dalam cara setting Mikrotik untuk queue:

  • Gunakan FQ-CoDel atau Cake: Jika Anda sudah menggunakan RouterOS v7, pertimbangkan untuk mengubah Queue Type ke CAKE untuk manajemen latensi yang lebih baik bagi pemain game online di jaringan RT/RW Net Anda.

  • Otomasi Backup: Anda bisa menggunakan fitur Scheduler untuk menjalankan perintah export ini setiap minggu secara otomatis dan mengirimkannya ke email atau Telegram Bot.

Melakukan backup Mikrotik secara parsial (khusus Queue) memberikan fleksibilitas tinggi bagi admin jaringan. Dengan metode terminal, Anda tidak hanya mengamankan data, tetapi juga memiliki dokumentasi konfigurasi yang mudah dipahami. Jangan menunggu sampai perangkat rusak untuk mulai memikirkan sistem cadangan.

Leave a Reply