Gebrakan Baru! ION Network Buka Data Center di Solo

ION Network Launching Data Center di Solo, Angin Segar Buat Ekosistem Digital Jawa Tengah

ION Network Buka Data Center di Solo
Foto remake from Foto: RRI/Reza

Halo Sobat Jaringan! Kalau kita bicara soal kestabilan koneksi, minim lag, dan latency yang rendah, keberadaan fasilitas penyimpan data lokal alias Pusat Data selalu menjadi kunci utamanya. Kabar gembira nih buat para pegiat IT, penyedia layanan internet lokal, hingga pelaku bisnis korporasi di wilayah tengah Pulau Jawa. Tepat pada hari Rabu, 30 September 2026, ION Network resmi melebarkan sayap infrastrukturnya dengan membuka Data Center terbaru mereka yang berlokasi di Kota Solo!

Langkah agresif ini bukan cuma sekadar show-off teknologi, tapi menjadi tonggak penting bagi desentralisasi infrastruktur digital yang selama ini terlalu “Jakarta-sentris”. Yuk, kita bedah tuntas apa saja impact dari peresmian fasilitas raksasa ini buat kelangsungan ekosistem telekomunikasi di daerah kita!

Pemilihan Solo: Keputusan Taktis di Jantung Jawa Tengah

Fasilitas megah yang baru diresmikan ini tercatat sebagai cabang kelima yang dibangun oleh perusahaan, menyusul infrastruktur serupa yang sudah lebih dulu running dengan sukses di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali. Pemilihan Solo tentu bukan hasil tebak-tebakan.

VP Regional 2 Jawa Tengah-DIY ION Network, Irianita Rahardianti, membeberkan alasan strategis di balik langkah ekspansi ini. Menurut beliau, Solo memiliki posisi geografis yang sangat ideal sebagai titik episentrum untuk menjangkau seluruh urat nadi Internet Jawa Tengah.

β€œKarena memang tersenter untuk kawasan Jawa Tengah itu kan paling senter itu Solo,” ujar Irianita.

Kerennya lagi, fasilitas ini tidak menumpang di gedung sewaan. Perusahaan memutuskan untuk menggunakan aset gedung milik sendiri. Dalam kacamata industri jaringan, kepemilikan aset fisik ini adalah jaminan mutu atas keberlanjutan operasional (business continuity) jangka panjang. Risiko downtime akibat sengketa lahan atau kewajiban pindah lokasi bisa ditekan hingga ke titik nol, sehingga data pelanggan dijamin aman secara fisik maupun logis.

Solusi End-to-End untuk Enterprise dan Instansi

Lalu, siapa target pasar utama yang disasar? ION Network memfokuskan layanan mereka untuk pelanggan enterprise atau korporasi skala besar yang membutuhkan reliabilitas jaringan tingkat dewa. Mereka tak hanya menyediakan rack kosong untuk meletakkan Server Internet, tapi juga menawarkan paket komplit. Mulai dari layanan infrastruktur fisik, penyediaan perangkat keras (hardware), hingga layanan managed service yang bisa dikustomisasi penuh sesuai kebutuhan workload klien.

Kepemilikan jalur tulang punggung (backbone) sendiri yang terintegrasi langsung ke fasilitas ini menjadi senjata utama mereka. Hal ini diamini oleh Harso Gutomo, Kepala Bidang Aplikasi Informatika Dinas Kominfo Kabupaten Demak. Instansinya sendiri sudah membuktikan kualitas layanan perusahaan sejak tahun 2025, yang diawali dari tahap pitching dan paparan pada akhir 2024 lalu.

Harso secara blak-blakan menilai bahwa menggunakan penyedia yang memiliki backbone mandiri jelas menawarkan tingkat efisiensi dan keandalan routing yang jauh lebih superior ketimbang provider yang masih menyewa backbone pihak ketiga.

“ION punya inovasi, punya backbone sendiri. Nah, itu. Apalagi kalau di sini punya inovasi, memiliki data center itu sebuah nilai plus tersendiri sebagai penyelenggara penyedia layanan internet,” puji Harso terkait performa koneksi yang dirasakan instansinya.

Katalisator Pemerataan Internet dan Peluang ISP Lokal

Manuver besar di Solo ini tak pelak memantik antusiasme dari pelaku industri. Sajiyanto, Sekretaris Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jawa Tengah, melihat fasilitas ini sebagai game changer bagi para pemain ISP (Internet Service Provider) di daerah.

Kini, provider lokal dan pemerintah daerah punya opsi premium untuk melakukan colocation atau menitipkan Server Internet mereka tanpa harus jauh-jauh menarik traffic kabel optik ke Jakarta. Jarak fisik server yang makin dekat dengan end-user (eyeballs) otomatis akan memangkas jalur hop data, membuat ping semakin kecil, dan browsing terasa instan.

“Dengan adanya data center ION di sini, itu sangat membantu teman-teman dan pemerintah daerah mungkin untuk perangkat-perangkat yang ada di sekitar Jawa Tengah, kan bisa server di data center ini memanfaatkan itu,” kata Sajiyanto.

Lebih jauh, kehadiran Data Center ini membuka peluang emas untuk mengakselerasi pemerataan Internet Jawa Tengah. Berdasarkan data APJII, masih ada sekitar 20 persen wilayah di provinsi ini yang berstatus blank spot atau belum tersentuh layanan secara optimal. Biang kerok utamanya? Keterbatasan infrastruktur distribusi dan tingginya biaya capex (belanja modal) untuk menggelar jaringan transmisi ke pelosok.

Dengan tersedianya “gudang data” dan point of presence (PoP) berskala raksasa di Solo, ongkos distribusi bandwidth bagi pengusaha internet ke wilayah pinggiran diharapkan bisa ditekan secara signifikan.

Kesimpulannya, investasi infrastruktur digital di jantung Jawa ini membuktikan bahwa lokalisasi teknologi adalah kunci untuk menghadirkan layanan yang cepat, andal, dan terjangkau. Buat kamu para penggiat RT RW Net, pengelola jaringan kampus, atau engineer provider lokal, ini adalah momen yang pas buat mengevaluasi ulang routing jaringanmu. Sudah siap memindahkan sistemmu agar lebih dekat dengan pelanggan lokal?

Referensi Berita: RRI – ION Network Buka Data Center di Solo Jadi Pusat Layanan Jateng

Response (1)

Leave a Reply